Cemilan yang Sehat untuk Si Kecil Usia 12 Bulan Cemilan yang Sehat untuk Si Kecil Usia 12 Bulan

Kenali Tekstur MPASI dan Cemilan Sesuai Umur si Kecil

01 July 2021
01 July 2021

Bunda, setelah berusia genap 6 bulan, selain MPASI, si Kecil juga membutuhkan cemilan anak sehat sebagai menu pelengkap untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

Apalagi setelah ia menginjak usia 12 bulan, di mana pada tahap perkembangan ini si Kecil tentu menjadi semakin aktif. IDAI juga menganjurkan untuk anak usia 12 bulan diberi makan cemilan, atau selingan, sebanyak 1-2 kali diantara makan besar.[1]

Sesuaikan Tekstur Camilan dengan Tekstur MPASI

Tekstur cemilan yang diberikan pada si Kecil, disesuaikan dengan tekstur MPASI. Hal ini sesuai dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). [2]

Tekstur atau konsistensi MPASI yang sesuai usia dan diberikan secara bertahap akan memberikan hasil pertumbuhan anak yang optimal. Sebaliknya, tekstur dan konsistensi MPASI yang tidak sesuai dengan usia dapat memberikan beberapa dampak buruk pada perkembangan kemampuan makan si Kecil[3].

Salah satu dampak negatif dari pemberian MPASI yang tidak sesuai dengan usia adalah stunting. Stunting atau lebih dikenal dengan istilah adalah kondisi terjadi pada anak dan ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dengan anak lainnya pada rentang umur yang sama.[4]

Tingkatan Tekstur MPASI Menurut IDAI[5]

Tahapan naik tekstur MPASI sangat penting diperhatikan oleh Bunda. Pasalnya, kemampuan motorik mulut bayi berhubungan dengan perkembangan keterampilan makan[6].

  1. Puree atau Bubur Kental

Ketika si Kecil sudah berusia genap 6 bulan dan bisa memindahkan makanan dari satu sisi mulut, gigi depan mulai tumbuh, atau dapat menelan makanan dengan tekstur lebih kental, Bunda dapat mulai memberikan makanan dan camilan bertekstur lumat berupa bubur saring (puree) dan lumat (mashed)[7][8]

Secara bertahap, awalnya Bunda dapat memberikan puree dengan tekstur lebih cair dengan mencampur ASI terlebih dahulu. Selanjutnya, naikkan konsistensi tekstur cemilannya menjadi lebih kental sesuai dengan kemampuan si Kecil.[9]

  1. Makanan Lunak

Saat berusia 9 bulan, si Kecil sudah dapat naik ke tekstur lebih padat. Tekstur MPASI pada usia ini bisa berupa makanan yang dicacah atau cincang halus terlebih dahulu. [10]

Untuk camilan, si Kecil sudah dapat diberi finger food atau makanan yang dapat dipegang. Tentu saja finger food harus bertekstur lunak. Misalnya saja kukus wortel atau brokoli hingga cukup lunak tapi masih dapat digenggam si Kecil[11].  Bunda juga bisa memberikan biskuit atau camilan khusus bayi yang dapat digenggam si Kecil tapi lumer di mulut.[12]

Selain itu, pada usia ini bayi biasanya sudah mulai tumbuh gigi. Pada saat ini si Kecil sudah belajar mengunyah makanan dengan tekstur lebih padat.

Baca Juga: Sedang Mempersiapkan MPASI Pertama? Yuk, Simak di Sini!

  1. Tekstur Cincang Halus

Untuk tekstur MPASI padat bisa Bunda berikan saat si Kecil mulai bisa makan sendiri dengan koordinasi tangan yang baik. Biasanya tekstur ini dapat Bunda berikan pada anak berusia 12 bulan ke atas.

Tekstur MPASI padat yang dimaksud adalah sudah sama seperti menu keluarga yang dimakan oleh seluruh anggota keluarga lainnya. Hal ini juga berlaku untuk camilan si Kecil.

Bunda sudah dapat memberikan apel potong tanpa mengukusnya terlebih dahulu. Pada fase ini, si Kecil dapat mengunyah dengan baik seiring jumlah gigi yang mulai banyak.[13]

Komposisi Camilan untuk si Kecil

Cemilan sendiri bisa dikonsumsi di antara jadwal makan utama, misalnya diantara makan pagi dan makan siang, atau di antara makan siang dan makan malam.[14]

Nah, jika komposisi makan utama perlu mengandung nutrisi lengkap dan seimbang, maka camilan yang sehat juga diperlukan untuk mendukung asupan nutrisi Si Kecil.

Tetapi, karena salah satu manfaat cemilan adalah untuk membantu memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian si Kecil, maka tentunya cemilan yang Bunda berikan untuk anak harus berupa cemilan sehat.

Bunda tetap perlu cermat dalam memilih cemilan anak sehat supaya pemberian menu selingan ini benar-benar dapat mendukung tumbuh kembang anak dan tidak malah menghambatnya.

Tips Memilih Cemilan Untuk si Kecil

Nah, seperti apa sih yang termasuk cemilan anak sehat? Yuk, simak penjelasan singkat dan tips menyiapkan cemilan sehat berikut ini.

  1. Cemilan sehat sebaiknya mengandung nutrisi yang dibutuhkan anak. Yaitu karbohidrat, protein, lemak, dan tentunya vitamin juga mineral seperti zat besi. Sebaiknya nutrisinya seimbang, tetapi tentu porsinya lebih kecil daripada makanan utama. Misalnya lemper, roti selai kacang, bubur kacang hijau, dan sebagainya.[15]
  2. Pastikan menu cemilan untuk si Kecil terjaga kebersihannya, baik saat diolah maupun saat dihidangkan untuk disantap.[16]
  3. Jika ingin memberikan camilan sehat berupa buah, sebaiknya hindari pemberian jus buah untuk anak usia di bawah 1 tahun. Konsumsi jus buah yang mengandung gula cukup banyak dapat membuat anak kenyang dan tak berselera saat waktunya makan utama.[17]
  4. Hindari menyajikan cemilan berupa gorengan terlalu sering.

CERELAC Bubur Sereal Susu selalu bisa jadi pilihan bagi Bunda sebagai MPASI yang praktis, bergizi dan juga terdapat berbagai varian rasa yang dapat si Kecil coba. CERELAC Bubur Sereal Susu tinggi Zat Besi serta diperkaya 11 Vitamin dan 6 Mineral untuk bantu mencukupi kebutuhan nutrisi dan mendukung perkembangan si Kecil.


[1] IDAI. Rekomendasi Praktik Pemberian Makanan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi. UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. 2015

[2] WHO. Complementary feeding. Dari : https://apps.who.int/nutrition/topics/complementary_feeding/en/index.html. Diakses pada 04/08/2022

[3] Green JR, et al. Advancement in Texture in Early Complementary Feeding and the Relevance to Developmental Outcomes. Dari : https://www.nestlenutrition-institute.org/complementary-feeding-building-the-foundations-for-healthy-life/advancement-in-texture-in-early-complementary-feeding-and-the-relevance-to-developmental-outcomes . Diakses pada 19/07/2022

[4] Green JR, et al. Advancement in Texture in Early Complementary Feeding and the Relevance to Developmental Outcomes. Dari : https://www.nestlenutrition-institute.org/complementary-feeding-building-the-foundations-for-healthy-life/advancement-in-texture-in-early-complementary-feeding-and-the-relevance-to-developmental-outcomes . Diakses pada 19/07/2022

[5] Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) - IDAI. Retrieved on June 19, 2022 from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi

[6] Carruth BR, Skinner JD. J Am Coll Nutr. 2002 Apr;21(2):88-96

[7]

[8] IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. 2018

[9] AAP. Working Together: Breastfeeding and Solid Foods. Dari : https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Working-Together-Breastfeeding-and-Solid-Foods.aspx

[10] IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. 2018

[11] Finger Foods for Babies. (n.d.). Johns Hopkins All Children's Hospital. https://www.hopkinsallchildrens.org/Patients-Families/Health-Library/HealthDocNew/Finger-Foods-for-Babies

[12] IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. 2018

[13]IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. 2018

[14] IDAI.Tips Memilih Snack Sehat Untuk Anak. Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/tips-memilih-snack-sehat-untuk-anak . Diakses pada 20/07/2022

[15] IDAI.Tips Memilih Snack Sehat Untuk Anak. Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/tips-memilih-snack-sehat-untuk-anak. Diakses pada 22/07/2022

[16] IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. 2018

[17] IDAI. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI. 2018

Artikel Lainnya