Yang Perlu Bunda Ketahui untuk Dukung Pertumbuhan Anak Melalui Gizi Seimbang Yang Perlu Bunda Ketahui untuk Dukung Pertumbuhan Anak Melalui Gizi Seimbang

3 Manfaat Utama Bubur MPASI Untuk Dukung Pertumbuhan Si Kecil

02 September 2021
02 September 2021

“Duh, si Kecil kok tubuhnya tak segemuk anak lain, ya? Apakah ini berarti pertumbuhannya terhambat? Apakah ia perlu diberi MPASI penambah berat badan?”

Pernahkah Bunda cemas soal berat badan anak seperti ini?

Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi si Kecil agar tumbuh kembang anak berjalan dengan baik, tetapi memantau pertumbuhan anak bukan hanya dari berat badan saja, lho. Karenanya yang perlu diberikan juga bukan sekedar MPASI penambah berat badan saja.

Yuk, cari tahu lebih banyak mengenai pertumbuhan anak dan bagaimana Bunda dapat mendukungnya dengan memberikan manfaat bubur MPASI yang tepat di bawah ini!

Apa yang Dimaksud dengan Pertumbuhan?

Kata tumbuh atau pertumbuhan di sini secara sederhana dapat diartikan sebagai bertambahnya ukuran fisik anak. Karenanya pertumbuhan merupakan perubahan anak yang mudah terlihat, sebab dapat dinilai dengan mengukur panjang atau tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. [1]

Bagaimana Bunda Dapat Memantau Pertumbuhan Anak?

Sejak kelahiran si Kecil, pertumbuhannya dipantau secara berkala dengan mengukur panjang/tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala.

Untuk memantau pertumbuhan anak, saat ini di Indonesia menggunakan kurva pertumbuhan milik Badan Kesehatan Dunia (WHO)[2]. Ada beberapa indikator yang dinilai dalam pertumbuhan anak seperti misalnya panjang badan menurut usia, berat badan menurut usia, indeks massa tubuh dan lainnya Bunda juga bisa melakukan pengecekan melalui dokter/puskesmas dan saat imunisasi, atau dengan pemantauan melalui posyandu di lingkungan RW.[3]

Jadi, untuk menentukan apakah pertumbuhan anak berjalan dengan baik, bukan hanya dari berat badan saja.

Mengapa Pertumbuhan Anak Perlu Dipantau?

Pertumbuhan merupakan bagian penting dalam menilai kecukupan gizi anak, termasuk untuk memantau apakah anak mengalami stunting atau tidak.

Stunting sendiri adalah kondisi saat anak mengalami kekurangan gizi  dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya, anak mengalami gangguan pertumbuhan berupa tinggi badan yang lebih rendah dari standar usianya. Anak yang mengalami stunting umumnya mudah terkena penyakit dan terhambat perkembangan otaknya.  [4]

Selama ini orang tua sering kali fokus pada pertumbuhan berat badan saja, dan menganggap tinggi badan merupakan faktor keturunan saja. Padahal, pertumbuhan anak harus sesuai dengan grafik pertumbuhan anak.

Apa yang Perlu Dilakukan agar Pertumbuhan si Kecil Berjalan dengan Baik?

Asupan gizi seimbang berperan penting dalam pertumbuhan anak. Perlu Bunda ketahui bahwa 1000 hari pertama kehidupan si Kecil, yaitu sejak awal kehamilan sampai usia 2 tahun, merupakan masa penting bagi pertumbuhan anak. [5]

Baca Juga: Manfaat Bubur untuk Si Kecil

Nutrisi Seperti Apa yang Baik untuk Pertumbuhan Anak?

Saat ia genap berusia 6 bulan, si Kecil membutuhkan MPASI untuk membantu memenuhi pertumbuhan nutrisinya. MPASI ini tentu saja tidak hanya sekadar MPASI penambah berat badan, tetapi MPASI yang bergizi seimbang untuk dapat mendukung segala aspek tumbuh kembang anak.[6]

MPASI bergizi seimbang perlu mengandung nutrisi makro yaitu Karbohidrat, Protein, Lemak, dan juga nutrisi mikro yaitu Vitamin serta Mineral.

Bagaimana Bunda Dapat Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Harian Anak?

Untuk pemenuhan asupan nutrisi dari MPASI, Bunda dapat menggunakan berbagai jenis bahan makanan. Misalnya, beras sebagai sumber Karbohidrat, daging sapi atau daging ayam sebagai sumber Protein, minyak sebagai sumber Lemak, sayur dan buah sebagai sumber Vitamin dan Mineral, dan sebagainya. 

Pemenuhan nutrisi harian si Kecil juga bisa Bunda lakukan dengan mengombinasikan MPASI rumahan dengan MPASI fortifikasi. Sebagai gambaran, untuk pemenuhan kebutuhan Zat Besi anak usia 6 bulan yang sebanyak 11 mg/hari.[7]

Apa Saja Manfaat Bubur Bayi Penuh Nutrisi untuk Si Kecil?

Bunda telah mengetahui apa saja nutrisi yang diperlukan Si Kecil untuk dapat tumbuh dengan optimal, bukan? Tapi tahukah Bunda, dengan memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil, bukan hanya pertumbuhannya yang terjaga tapi ada beberapa manfaat lainnya.

Pada MPASI pertama, saat si Kecil berusia 6 bulan, ia perlu makanan pendamping ASI seperti bubur bayi untuk melatih oromotornya[8]. Selanjutnya saat berusia 7-8 bulan, si Kecil sudah stabil duduk sendiri dan akan berusaha memegang sendok bubur untuk belajar makan sendiri[9]. Inilah mengapa pemberian bubur bayi dapat bantu mendukung perkembangan motorik anak.

Selanjutnya, tekstur bubur bayi dapat ditingkatkan menjadi lebih padat sesuai dengan usianya untuk tetap mendukung perkembangan motoriknya. Seperti pada usia 9 bulan, si Kecil sudah mulai bisa menggunakan tangannya untuk makan bubur cincang sendiri[10].

Tak hanya itu, manfaat lainnya dari bubur MPASI adalah berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil

Dengan memberikan MPASI yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi si Kecil, maka ia akan tumbuh dengan optimal. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan Si Kecil sesuai dengan usianya pada grafik pertumbuhan WHO.[11]

Untuk mendapatkan manfaat yang telah disebutkan di atas, salah satu cara yang bisa Bunda lakukan adalah dengan memberikan CERELAC Homestyle sebagai pilihan MPASI untuk si Kecil.

CERELAC Homestyle merupakan merupakan bubur MPASI fortifikasi yang terbuat dari bahan alam, dengan Karbohidrat, Lemak, Protein, dan mikronutrien yang cocok bagi si Kecil yang sedang belajar mengunyah. Teksturnya pas, tinggi Zat Besi, serta diperkaya 10 Vitamin dan 5 Mineral untuk membantu penuhi kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil.

Dengan memberikan CERELAC Homestyle, Bunda bisa bantu penuhi kebutuhan gizi harian si Kecil. Yuk Bunda, selalu sajikan MPASI bergizi seimbang sejak si Kecil berusia 6 bulan untuk mendapat manfaat bubur bayi yang mendukung pertumbuhan anak!


Referensi:

[1] IDAI. Pemantauan Pertumbuhan Anak. Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pemantauan-pertumbuhan-anak  . Diakses pada 14/10/2022

[2] IDAI.Kurva Pertumbuhan WHO. Dari : https://www.idai.or.id/professional-resources/kurva-pertumbuhan/kurva-pertumbuhan-who . Diakses pada 14/10/2022

[3] Kemenkes. Buku KIA. Dari : https://gizi.kemkes.go.id/katalog/buku-kia.pdf . Diakses pada 14/10/2022

[4] IDAI. Mencegah Anak Berperawakan Pendek. Dari : https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mencegah-anak-berperawakan-pendek. Diakses pada 14/11/22

[5] IDAI. Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak. Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pentingnya-pemantauan-tumbuh-kembang-1000-hari-pertama-kehidupan-anak. Diakses pada 14/11/22

[6] IDAI. Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak. Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pentingnya-pemantauan-tumbuh-kembang-1000-hari-pertama-kehidupan-anak. Diakses pada 14/11/22

[7] Menkes RI. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.

[8] Hadders-Algra M. Neurosci Biobehav Rev. 2018 Jul;90:411-427

[9] IDAI. Kemampuan Motor Bayi Terkait dengan Keterampilan Kemampuan Makan. Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/kemampuan-motor-bayi-terkait-dengan-keterampilan-kemampuan-makan. Diakses pada 26/08/2022

[10] Carruth BR, Skinner JD. J Am Coll Nutr. 2002 Apr;21(2):88-96

[11] WHO. Infant and Young Child Feeding. 2009

Artikel Lainnya