kaldu ayam di ponsel gambar mangkuk kaldu ayam di ponsel gambar mangkuk

Bunda, Simak Cara Membuat Kaldu Ayam untuk MPASI Berikut Ini

Mulai usia 8 bulan
14 June 2023
Mulai usia 8 bulan
14 June 2023

Menyiapkan makanan pendamping ASI (MPASI) yang enak untuk si Kecil bisa menjadi tantangan tersendiri karena Bunda perlu menyiapkan menu MPASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

Selain itu bayi berusia di bawah 1 tahun juga tidak boleh diberikan menu yang mengandung terlalu banyak garam karena berisiko pada gangguan fungsi ginjalnya. Kemudian, membatasi menu MPASI yang mengandung gula total karena meningkatkan risiko obesitas, gangguan jantung, hingga diabetes. Untuk asupan gula pada Si Kecil, Bunda bisa menggunakan susu yang mengandung laktosa (gula alami).

Salah satu solusinya, Bunda bisa membuat kaldu ayam sendiri untuk digunakan dalam MPASI si Kecil agar lebih enak. Bagaimana cara membuat kaldu ayam untuk MPASI yang mudah namun bergizi dan kaya rasa?

Bahan-bahan untuk Membuat Kaldu Ayam MPASI

Sebelum memulai langkah-langkah cara membuat kaldu ayam MPASI 6 bulan, Bunda harus menyiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu, yaitu:

  • 500 gr daging ayam/ceker ayam/ kepala ayam
  • Air secukupnya (1 liter)
  • 2 buah wortel, potong kecil
  • 1 buah bawang bombay, diiris agak besar
  • 1 batang seledri

Langkah-langkah & Cara Membuat Kaldu Ayam untuk MPASI

Setelah semua bahan kaldu siap, selanjutnya Bunda bisa memulai proses cara membuat kaldu ayam MPASI sebagai berikut:

  • Potong-potong dan cuci bersih ayam yang akan digunakan untuk kaldu. Kulit dan ceker bisa digunakan namun jika tidak suka bisa disisihkan.
  • Kupas, potong, lalu cuci bersih wortel, seledri, dan bawang bombay.
  • Masukkan semua bahan ke dalam panci berukuran besar dan tambahkan air.
  • Didihkan air bersama bahan-bahan dengan api besar. Saat proses perebusan akan muncul busa putih dari sisa lemak. Ambil busa yang muncul dan buang.
  • Setelah busa tidak lagi keluar dari rebusan, kecilkan api dan tutup panci.
  • Lanjutkan proses perebusan dengan api kecil selama 3-4 jam.
  • Setelah proses perebusan selesai, matikan api dan saring semua bahan. Daging ayam yang sudah direbus bisa digunakan untuk MPASI.
  • Dinginkan kaldu ayam dan siap digunakan. Kaldu ayam yang belum digunakan bisa disimpan dan dibekukan di freezer setelah dibungkus ke dalam wadah yang aman

Kaldu ayam tersebut digunakan sebagai campuran saat membuat menu MPASI bagi bayi yang berusia mulai dari 6 bulan, misal membuat bubur, nasi tim, dan diolah dengan bahan-bahan makanan lainnya seperti buah, sayuran, dan juga ikan.

Jumlah energi dari MPASI yang dibutuhkan dalam sehari disesuaikan dengan usia bayi. Pada bayi 6-8 bulan membutuhkan 200 kkal/hari, 9-12 bulan sebanyak 330 kkal/hari, dan usia 13-23 bulan 550 kkal/hari.

Selain menggunakan ayam utuh, Bunda juga bisa menggantinya dengan tulang ayam sebagai bahan utama cara membuat kaldu tulang ayam untuk MPASI. Bisa juga menggunakan ayam kampung untuk cara membuat kaldu ayam kampung untuk MPASI.

Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Tentukan Menu Awal MPASI

Manfaat Membuat Kaldu Ayam untuk MPASI

MPASI penting untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil yang terus meningkat sehingga pemberian ASI saja tidak lagi cukup. Pemberian MPASI sebaiknya dimulai sejak si Kecil berusia 6 bulan.

Membuat kaldu ayam sendiri memang membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun menambahkan kaldu ayam buatan sendiri ke dalam MPASI bisa memberi manfaat tersendiri, yaitu:

  • Menambah kandungan gizi dalam MPASI. Kaldu ayam dapat mengandung protein, lemak, zat besi, kalsium, zink, hingga potassium.
  • Menambah rasa MPASI sehingga si Kecil bisa makan lebih lahap.
  • Lebih sehat karena tidak mengandung pengawet dan MSG. Selain itu penambahan garam dan gulanya dapat disesuaikan atau dibatasi sedikit mungkin  agar tidak mengganggu kesehatan Si Kecil.

Perhatikan tekstur MPASI yang akan diberikan untuk bayi. Sesuaikan dengan usia si Kecil. Untuk bayi usia 6-9 bulan, berikan MPASI bertekstur lembut dan lunak agar lebih mudah dicerna si Kecil.

Setelah Si Kecil berusia di atas usia 9 bulan hingga lebih 23 bulan, Bunda bisa bertahap meningkatkan tekstur menu MPASI menjadi sedikit kasar. Selain itu, kuantitas dan frekuensinya juga bisa ditambah sampai kebutuhan nutrisi anak bisa tercukupi oleh makanan yang dikonsumsinya, hingga akhirnya si Kecil bisa makan makanan padat yang sama dengan anggota keluarga lainnya.

Membuat MPASI sendiri untuk si Kecil memang terkadang membutuhkan banyak waktu dan persiapan. Jika Bunda tidak sempat memasak sendiri MPASI, bisa memilih MPASI fortifikasi yang nutrisinya sudah terukur yang tersedia di pasaran, salah opsinya adalah Nestlé CERELAC Homestyle.

CERELAC Homestyle merupakan bubur MPASI fortifikasi yang terinspirasi dari masakan Bunda. Mengandung zat besi, omega 3 & 6, serta diperkaya 11 vitamin dan 6 mineral.

Tak hanya bergizi, bubur CERELAC Homestyle memiliki rasa gurih dan tekstur yang tepat untuk si Kecil. Tersedia dalam tekstur lembut untuk si Kecil usia 6 bulan dan tekstur yang lebih kasar untuk usia mulai 8 bulan.

Demikian Bunda, ulasan tentang cara membuat kaldu ayam untuk MPASI, mulai dari bahan hingga langkah-langkah membuatnya. Semoga informasinya bermanfaat untuk Bunda dan si Kecil.


Referensi:

Meidersayenti, SGZ. RD. (2022, 20 Juli). PENTINGNYA DAN TAHAP PEMBERIAN MPASI PADA BAYI. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/351/pentingnya-dan-tahap-pemberian-mpasi-pada-bayi

IDAI. (2016, 25 Agustus). Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana? https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana

Kemenkes. (2018, 13 Juli). Kapan Waktu dan Jenis yang Tepat untuk Memberikan MP ASI? https://promkes.kemkes.go.id/?p=8935

Artikel Lainnya
Tips Mengolah Makanan Bayi agar Nutrisi Si Kecil Optimal 8 bulan

Tips Mengolah MPASI Si Kecil

Ketahui Nutrisi dan Manfaat Tahu dalam Menu MPASI untuk Si Kecil 8 bulan

Nutrisi dan Manfaat Tahu untuk Menu MPASI Si Kecil

Si Kecil Susah Makan? Ini Bisa Jadi Tanda Gangguan Oromotor 8 bulan

Anak Susah Makan? Ini Gejala Gangguan Oromotor pada Bayi