Hal-hal yang Perlu Diketahui Seputar Sereal Bayi untuk Si Kecil Hal-hal yang Perlu Diketahui Seputar Sereal Bayi untuk Si Kecil

Hal-hal yang Perlu Diketahui Seputar Sereal Bayi

10 August 2022
facebook icon whatsapp icon

MPASI merupakan Makanan Pendamping ASI yang dapat diberikan pada anak-anak setelag usia 6 bulan[1] Salah satu MPASI yang bisa dikonsumsi si Kecil adalah bubur sereal bayi. Tapi, pertanyaan yang sering dilontarkan adalah, “Kapan bayi boleh makan sereal?”

Perlu dipahami bahwa bubur sereal bayi merupakan makanan yang bisa dikonsumsi si Kecil saat menginjak usia 6 bulan. Sereal bisa dijadikan salah satu pilihan untuk si Kecil mengenal makanan padat pertamanya sekaligus mendapatkan nutrisi yang penting untuk kebutuhan hariannya. [2]

Ketika memasuki usia ini, bayi mulai membutuhkan nutrisi tambahan selain yang biasa didapat dari ASI atau susu formula seperti zat besi dan zink. Nutrisi-nutrisi tersebut juga dapat bantu terpenuhi lewat MPASI.[3]

Karena ini merupakan perkenalan pertamanya dengan makanan padat, maka sebaiknya Bunda memberikan makanan dengan tekstur yang halus[4]. Tekstur yang lembut serta mudah dimakan menjadi salah satu alasan utama mengapa bubur sereal bayi ideal sebagai perkenalan pertama si Kecil dengan tekstur dan makanan baru.

Teksturnya yang lembut juga membuat makanan sereal bayi mudah dimakan dan diproses oleh sistem pencernaan si Kecil.[5]

Baca Juga: Alasan Mengapa Berat Badan Anak Turun saat MPASI

Tips dan Fun Fact Soal Bubur Sereal Bayi

Bubur sereal bayi memang praktis. Tak hanya itu, bubur sereal bayi juga memiliki beberapa manfaat yang baik untuk si Kecil. Mulai dari menghasilkan energi untuk si Kecil tetap aktif, kandungan kalsium dan magnesium dari beras dapat bantu menyehatkan untuk tulang, serta mikronutrien yang berperan penting dalam membantu tumbuh kembang serta mengatur fungsi imun si Kecil.[6]

Agar si Kecil mampu menikmatinya dengan lebih tepat, berikut tips dan hal-hal penting mengenai bubur sereal untuk bayi[7]:

  • Awali dengan memberikan sereal bayi terlebih dahulu dan tunggu 3 hingga 5 hari sebelum mengombinasikan dengan makanan lain untuk mengetahui ada atau tidaknya reaksi alergi.
  • Kombinasikan dengan sayuran atau buah-buahan yang telah dihaluskan untuk menambah rasa agar lebih lezat dan dapat dinikmati si Kecil.
  • Gunakan sendok saat menyuapi bubur sereal untuk bayi dengan sendok sedikit demi sedikit dan jangan dimasukkan ke dalam botol. Selain bisa memicu si Kecil tercekik, penggunaan botol untuk bubur sereal bayi dapat menyebabkan tersedak makanan karena teksturnya yang tidak cair.
  • Mulai dengan 1-4 sendok makan sereal sebanyak 1-2 kali sehari ketika memperkenalkan sereal bayi untuk si Kecil dan tingkatkan jumlah dan frekuensi seiring dengan berjalannya waktu.
  • Ketika memasuki usia 7 bulan, tekstur MPASI bayi sudah mulai naik. Jika sebelumnya tekstur makanan sangat halus, kini ia sudah diperbolehkan untuk mencoba menu MPASI dengan tekstur agak kasar untuk mendukung kemampuan mengunyah anak dengan tahap pertumbuhan giginya.[8]

Bunda dapat menemukan berbagai jenis sereal untuk bayi. Pastikan agar memilih sereal bayi fortifikasi yang mengandung nutrisi yang lengkap untuk membantu memenuhi kebutuhan harian si Kecil.

CERELAC merupakan bubur sereal untuk bayi yang bergizi tinggi, aman, dibuat dengan bahan terpilih, serta kualitas dan higienitasnya terjaga.

Tak hanya itu, kandungan nutrisi dalam seporsi bubur sereal bayi CERELAC dapat membantu Bunda dalam mencukupi kebutuhan tubuh si Kecil. CERELAC difortifikasi dengan zat besi, vitamin, mineral, omega 3 dan 6, serta nutrisi lainnya.

CERELAC hadir dengan berbagai varian rasa dan jenis yang dapat bunda pilih sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

Selamat mencoba, Bunda!

 

Referensi:

[1] IDAI | Makanan Pendamping ASI (MPASI). (n.d.). https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/makanan-pendamping-asi-mpasi

[2] Nutrient intake, introduction of baby cereals and other complementary foods in the diets of infants and toddlers from birth to 23 months of age

Theresa A Nicklas, Carol E O'Neil, Victor L Fulgoni, III

AIMS Public Health. 2020; 7(1): 123–147. Published online 2020 Mar 4.

[3] IDAI. Makanan Pendamping ASI (MPASI). Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/makanan-pendamping-asi-mpasi. Diakses pada 18/03/2022

[4] IDAI. Makanan Pendamping ASI (MPASI). Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/makanan-pendamping-asi-mpasi. Diakses pada 18/03/2022

[5] Nutrient intake, introduction of baby cereals and other complementary foods in the diets of infants and toddlers from birth to 23 months of age

Theresa A Nicklas, Carol E O'Neil, Victor L Fulgoni, III

AIMS Public Health. 2020; 7(1): 123–147. Published online 2020 Mar 4.

[6] IDAI. Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana?. Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana. Diakses pada 27/07/2022

[7] AAP. Food & feeding baby 0-12 months. Dari : https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/growing-healthy/Pages/baby-food-and-feeding.aspx. Diakses pada 11/07/2022

[8] AAP. Food & feeding baby 0-12 months. Dari : https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/growing-healthy/Pages/baby-food-and-feeding.aspx. Diakses pada 11/07/2022