Yang Perlu Bunda Ketahui Seputar Makanan Kaya Zat Besi untuk Si Kecil Yang Perlu Bunda Ketahui Seputar Makanan Kaya Zat Besi untuk Si Kecil

Bunda, Ini Makanan Kaya Zat Besi untuk Si Kecil dan Manfaatnya

02 September 2021
02 September 2021

Tahukah Bunda bahwa saat si Kecil genap berusia 6 bulan sebagian besar kebutuhan Zat Besi, yang termasuk dalam nutrisi mikro, harus dipenuhi dari MPASI alias makanan bayi?[1]

Zat Besi sangat penting bagi proses tumbuh kembang si Kecil. Makanan apakah yang dapat diberikan untuk bantu penuhi kebutuhan zat besi Si Kecil? Yuk, simak penjelasan singkat mengenai kebutuhan Zat Besi anak dan makanan sumber Zat Besi di bawah ini!

Manfaat Zat Besi Bagi Tumbuh Kembang si Kecil

Zat Besi mempunyai fungsi utama dalam perkembangan sistem saraf, yaitu diperlukan dalam proses mielinisasi, neurotransmitter, dendritogenesis, dan metabolisme saraf.  Selain itu, Zat Besi juga menjadi sumber energi bagi otot, sehingga akan mempengaruhi ketahanan fisik.[2]

Bunda harus tahu bahwa kebutuhan Zat Besi bayi berusia 6-11 bulan adalah 11 mg per hari[3], sedangkan anak berusia 1-3 tahun (batita) membutuhkan zat besi yang lebih sedikit, yakni 7 mg per hari.[4]

Apa yang Terjadi Jika si Kecil Kekurangan Zat Besi?

Zat Besi adalah mineral yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin di sel darah merah.

Zat Besi bekerja membantu membawa oksigen dari paru-paru ke bagian tubuh lainnya dan membantu otot menyimpan serta menggunakan oksigen. Jika si Kecil kekurangan Zat Besi, ia bisa mengalami defisiensi Zat Besi. [5]

Anemia kekurangan zat besi ialah anemia yang disebabkan oleh berkurangnya cadangan zat besi tubuh. Prevalensi anemia defisiensi besi di Indonesia masih sangat tinggi, terutama pada wanita hamil, anak balita, usia sekolah dan pekerja berpenghasilan rendah[6]. Anemia defisiensi Zat Besi ini bila tidak ditangani dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Kekurangan Zat Besi dapat berdampak bagi perkembangan kecerdasan, perilaku, dan juga kemampuan motorik anak. Anemia defisiensi Zat Besi apabila dialami oleh anak di bawah usia 2 tahun dapat membuat respon anak menjadi lambat, lebih mudah rewel, dan sulit mengendalikan diri. [7]

Bagaimana Mencegah si Kecil Kekurangan Zat Besi?

Sesuai penjelasan di atas, manfaat zat besi untuk bayi sangat besar. Untuk itu, Bunda harus memastikan asupan nutrisi hariannya. Apalagi, sebagian besar kebutuhan Zat Besi si Kecil perlu didapat dari MPASI.

Apa Saja yang Termasuk Makanan yang Tinggi Zat Besi?

Salah satu contoh bahan makanan yang tinggi zat besi yang bisa Bunda olah dalam MPASI adalah daging merah dan hati ayam maupun sapi.  

Selain itu, masih ada beberapa contoh lain jenis makanan kaya zat besi, seperti:

1. Daging merah dan unggas

Daging adalah makanan sumber Zat Besi yang dapat Bunda manfaatkan menjadi berbagai menu MPASI. Di dalam 100 gram daging merah terdapat sekitar 2,8 mg Zat Besi[8]. Dengan demikian, Bunda dapat memberikan daging merah kepada si Kecil sejak usia 6 bulan atau pada makanan bayi pertama. Tentunya, MPASI berbahan daging harus dimasak dengan tekstur yang disesuaikan terhadap usia si Kecil.

2. Hati

Hati ayam juga merupakan makanan yang kaya Zat Besi. Dalam 100 gr hati ayam mengandung 15,8 mg Zat Besi[9].

Banyak mitos yang beredar bahwa hati merupakan organ yang penuh racun sehingga jangan diberikan pada bayi. Namun faktanya, hati aman diberikan untuk si Kecil sebagai makanan MPASI tinggi zat besi.[10] Bahkan hati ayam adalah salah satu jenis makanan yang direkomendasikan oleh UNICEF[11].

3. Ikan

Beberapa jenis ikan juga merupakan sumber Zat Besi, misalnya ikan tuna, makarel, sarden, dan sebagainya.

4. Sayur bayam

Sayuran hijau seperti bayam memiliki manfaat sebagai makanan tinggi zat besi. Di dalam 100 gr bayam segar mengandung 3,5 mg Zat Besi. Selain itu bayam juga mengandung beragam jenis antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin[12].

Meski memiliki efek baik, sayur bayam juga mengandung oksalat yang bisa menghambat penyerapan zat besi. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyiasatinya, dengan mengonsumsi vitamin C yang bisa membantu penyerapan zat besi[13].

Bunda bisa mengolah sayur bayam dengan mengukus atau merebus, kemudian membuat teksturnya sesuai usia si Kecil.

Baca Juga: Manfaat Zat Besi untuk Tumbuh Kembang Anak

Apa Lagi yang Bisa Menjadi Sumber Zat Besi bagi Anak?

Memberikan MPASI rumahan dikombinasi dengan makanan bayi fortifikasi juga dapat Bunda lakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan Zat Besi si Kecil

Pasalnya, untuk bisa memenuhi kebutuhan Zat Besi harian anak 6-11 bulan sebanyak 11 mg, si Kecil harus mengonsumsi sekitar 400 gr daging sapi per hari atau hati ayam sebanyak 85 gr sehari[14], yang tentunya sulit dilakukan mengingat kapasitas lambungnya yang masih kecil.

Untuk itu, Bunda dapat mengombinasikan MPASI rumahan dan MPASI fortifikasi untuk Si Kecil. Terus lanjutkan pemberian ASI karena ASI tetap menjadi bagian terpenting dari makanan Si Kecil.

MPASI fortifikasi yang dijual di pasaran dibuat berdasarkan ketentuan khusus yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan BPOM[15]. Ketentuan tersebut meliputi standar keamanan, higienitas, dan kandungan nutrisinya.[16] MPASI fortifikasi juga memiliki kandungan makro dan makronutrien yang sesuai kebutuhan nutrisi bayi.

CERELAC Bubur Sereal Susu merupakan MPASI fortifikasi untuk si Kecil yang tinggi Zat Besi serta diperkaya dengan 11 Vitamin dan 6 Mineral untuk bantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan dukung tumbuh kembang si Kecil

CERELAC Bubur Sereal Susu terbuat dari bahan alam dan tersedia dalam berbagai pilihan rasa seperti Bubur Sereal Susu Wortel, Bayam & Labu, Bubur Sereal Susu Pisang, dan Bubur Sereal Susu Beras Merah

Jadi, sudah siapkah Bunda menyiapkan makanan bayi yang mengandung Zat Besi?


Referensi:

[1] WHO. Infant and Young Child Feeding. 2009

[2] IDAI. Pastikan Bayi Anda Cukup Zat Besi?. Dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pastikan-bayi-anda-cukup-zat-besi. Diakses pada 14/11/22

[3] Menkes RI. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.

[4] IDAI. Anemia Defisiensi Besi Pada Bayi dan Anak. Dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-defisiensi-besi-pada-bayi-dan-anak .Diakses pada 14/10/2022.

[5] CDC. Iron. Dari : https://www.cdc.gov/nutrition/InfantandToddlerNutrition/vitamins-minerals/iron.html. Diakses pada 19/10/22

[6] IDAI. Anemia Kekurangan Zat Besi. Dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-kekurangan-zat-besi. Diakses pada 19/10/22

[7] Prieto-Patron A, Detzel P, Ramayulis R, Sudikno, Irene, Wibowo Y. Impact of Fortial Infant Cereals on the Burden of Iron Deficiency Anemia in 6- to 23-Month-Old Indonesian Infants and Young Children: A Health Economic Simulation Model. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2022; 19(9):5416. https://doi.org/103390/ijerph19095416

[8] Kemenkes RI. Data Komposisi Pangan Indonesia. Dari :  https://www.panganku.org/id-ID/semua_nutrisi. Diakses pada 14/11/22

[9] Menkes RI. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.

[10] IDAI. Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana?. Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana. Diakses pada 24/08/2022.

[11] UNICEF.UNICEF Programming Guidance : Improving Young  Children’s Diets During the Complementary Feeding Period.2020

[12] Kemenkes RI. Data Komposisi Pangan Indonesia. Dari :  https://www.panganku.org/id-ID/semua_nutrisi. Diakses pada 24/08/2022.

[13] KEMENKES RI. Kalau Tahu Begitu Banyak Manfaatnya Bagi Kesehatan, Masihkan Anda Tidak Suka Makan Bayam? Dari: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1259/kalau-tahu-begitu-banyak-manfaatnya-bagi-kesehatan-masihkan-anda-tidak-suka-makan-bayam. Diakses pada 24/08/2022.

[14] Menkes RI. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.

[15] BPOM. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan No 24 Tahun 2020

[16] IDAI. Apakah makanan pendamping ASI (MPASI) komersial berbahaya buat bayi?. Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/apakah-makanan-pendamping-asi-mpasi-komersil-berbahaya-buat-bayi. Diakses pada 24/08/2022.

Artikel Lainnya