Tips Menyiapkan Bubur Tim untuk si Kecil Tips Menyiapkan Bubur Tim untuk si Kecil

Tips Menyiapkan Bubur Tim untuk si Kecil

15 August 2022
facebook icon whatsapp icon

Seiring dengan pertumbuhan tubuh si Kecil, mereka akan terus beradaptasi dengan banyak hal, termasuk makanan sehari-hari. Memasuki usia 6 bulan, bayi membutuhkan asupan nutrisi lebih banyak. Terlebih karena tubuhnya sudah mampu mengonsumsi dari Makanan Pendamping ASI (MPASI) dimulai dari bubur bayi yang halus.

Lalu, ketika menginjak usia 7-8 bulan, si Kecil sudah bisa mengonsumsi makanan yang lebih bertekstur seperti bubur tim serta makanan lainnya.[1]

Di antara nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan si Kecil antara lain makronutrien seperti protein, karbohidrat, dan lemak.[2]

Selain itu, si Kecil juga membutuhkan mikronutrien berupa vitamin dan mineral dengan vitamin D, zat besi, dan zink sebagai salah satu kebutuhan utama.[3]

Menyiapkan Bubur Tim untuk si Kecil

Nah, Bunda, memasuki usia 7 bulan, si Kecil biasanya sudah bisa makan-makanan yang lebih bertekstur, dan lebih keras dari sebelumnya. Dengan memberinya makanan berbagai rasa dan tekstur akan membantu Si Kecil mengasah keterampilan motorik, kemampuan mengunyah, dan menerima serta menyukai berbagai jenis makanan. [4]

Saat si Kecil sudah naik tekstur di usia 7 bulan, Bunda bisa memberinya bubur tim untuk bayi[5]. Bubur tim bayi sendiri sangat efektif untuk memperkenalkan tekstur makanan untuk si Kecil.[6]

Bunda dapat membuat bubur tim sayur dengan cara menambahkan berbagai sayuran ke dalam bubur timnya. Buah atau Sayuran yang direkomendasikan untuk bayi adalah tomat, brokoli, bayam, buah naga, kacang hijau, labu, kayu manis, dan lain-lain.[7]

Baca Juga: Siapkan Hal Ini Sebelum Mengenali Bubur Bayi pada Si Kecil

Namun selain itu, Bunda juga bisa menambahkan potongan-potongan kecil daging sapi, ayam, atau ikan sebagai sumber protein hewani.[8]

Untuk membantu Bunda dalam menyiapkan bubur tim untuk si Kecil, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan[9]:

  1. Pastikan bahan makanan yang digunakan mengandung gizi seimbang yang dibutuhkan si Kecil. Meskipun umumnya bahan utama yang digunakan untuk memasak bubur tim adalah nasi, Bunda juga bisa menambahkan sayur atau daging untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil secara bertahap.
  2. Memastikan kebersihan bahan makanan yang digunakan untuk membuat bubur tim. Selain kandungan gizi, Bunda juga harus memastikan bahwa bahan makanan yang akan diolah menjadi bubur tim sudah dikupas dan dicuci dengan bersih.
  3. Masak bubur hingga matang dan bertekstur lembut. Kunci penting lainnya dalam menyajikan bubur tim adalah tekstur nasi, sayur, dan daging yang lembut. Masak setidaknya 30 menit sehingga nasi mengembang dan teksturnya lembut. Contohnya, Ketika Bunda ingin menambahkan sayuran atau daging, pastikan sayuran yang dicampurkan dimasak hingga matang bersama bubur tim dan gunakan daging yang sudah digiling agar lebih mudah diolah.

Dengan demikian, si Kecil bisa mendapatkan makanan bernutrisi yang tidak hanya bisa dinikmati dengan lahap tapi juga mudah untuk Bunda siapkan. Sebelum itu, pastikan agar tangan, serta peralatan makan dan proses pembuatan bubur tim terjaga kebersihannya.

Untuk pilihan bubur instan bergizi, Bunda bisa berikan si Kecil bubur tim CERELAC. CERELAC merupakan MPASI bernutrisi yang penting seperti zat besi, vitamin, mineral, omega 3, dan omega 6 untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. CERELAC juga terbuat dari bahan alam pilihan yang kualitasnya dijaga sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

Bubur tim dari CERELAC hadir dalam varian CERELAC Homestyle Bubur Tim Sayur dan Bubur Tim Ayam Wortel Teksturnya pas untuk si Kecil yang sedang belajar mengunyah.

Tersedia juga CERELAC Nutripuffs, camilan bergizi dengan varian Nutripuffs Banana & Strawberry dan Nutripuffs Banana & Orange untuk usia 12 bulan ke atas. Selamat mencoba, Bunda!

 

Referensi:

[1] CDC. Foods and Drinks for 6 to 24 Month Olds. Dari : https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/foods-and-drinks/index.html. Diakses pada 18/03/2022

[2] IDAI. Makanan Pendamping ASI (MPASI). Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/makanan-pendamping-asi-mpasi. Diakses pada 18/03/2022

[3] WHO. Micronutrients. Dari : https://www.who.int/health-topics/micronutrients#tab=tab_1. Diakses pada 18/03/2022

[4] CDC. Tastes and Textures. Dari : https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/foods-and-drinks/tastes-and-textures.html. Diakses pada 18/03/2022

[5] IDAI. Makanan Pendamping ASI (MPASI). Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/makanan-pendamping-asi-mpasi. Diakses pada 18/03/2022

[6] IDAI. Adaptasi Bayi terhadap Rasa dan Makanan. Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/adaptasi-bayi-terhadap-rasa-dan-makanan. Diakses pada 18/03/2022

[7] CDC. Foods and Drinks to Encourage. Dari : https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/foods-and-drinks/foods-and-drinks-to-encourage.html. Diakses pada 18/03/2022

[8] CDC. Foods and Drinks to Encourage. Dari : https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/foods-and-drinks/foods-and-drinks-to-encourage.html. Diakses pada 18/03/2022

[9] CDC. Improving Young Children’s Diets During the Complementary Feeding Period. Dari : https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/foods-and-drinks/when-to-introduce-solid-foods.html. Diakses pada 18/03/2022