Bubur Bayi Instan Amankah Diberikan untuk Si Kecil Bubur Bayi Instan Amankah Diberikan untuk Si Kecil

Bubur Bayi Instan: Amankah Diberikan untuk Si Kecil?

30 November 2022
30 November 2022

Kebutuhan nutrisi bayi terus bertambah seiring dengan pertambahan usianya. Memasuki usia 6 bulan, pemberian ASI eksklusif tak lagi mampu memenuhi kebutuhan nutrisi harian si Kecil[1]. Solusinya, Bunda harus mulai memberikan Makanan Pendamping ASI atau MPASI.

Pada masa awal pengenalan MPASI, Bunda bisa memberikan makanan dengan tekstur lembut dan lunak[2] seperti bubur susu atau bubur bayi instan. Hal ini bertujuan agar makanan lebih mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi.

Bunda bisa membuat sendiri MPASI untuk si Kecil dengan makanan lumat yang halus dan encer pada tahap pengenalan dan kemudian ditingkatkan teksturnya secara bertahap.[3]

Membuat sendiri MPASI untuk si Kecil memang memakan waktu dan terkadang Bunda tidak sempat membuatnya. Jika demikian, Bunda bisa mempertimbangkan bubur bayi instan yang tersedia di pasaran.

Namun kemudian muncul pertanyaan, apakah MPASI instan aman untuk bayi? Jawaban pertanyaan itu bisa Bunda temukan di artikel ini.

Apakah Bubur Instan Aman untuk Bayi?

Faktanya, MPASI komersial diproduksi berdasarkan standar produk khusus yang ditetapkan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), CODEX Alimentarius (badan yang dibentuk oleh FAO dan WHO untuk mengembangkan standar makanan, dan  berkontribusi pada keamanan, dan kualitas perdagangan pangan internasional).

Kandungan Gizi Bubur Instan untuk Bayi

Bayi usia di atas 6 – 11 bulan membutuhkan nutrisi harian yang terdiri dari protein, lemak Omega 3 dan 6, , serat, vitamin, dan mineral. [4]

Karenanya MPASI komersial, termasuk bubur instan untuk bayi, telah melalui proses fortifikasi untuk menambah kandungan gizi di dalamnya.

Baca Juga: Sedang Mempersiapkan MPASI Pertama? Yuk, Simak Tipsnya di Sini!

Tips Menyimpan MPASI

Berapa lama bubur bayi instan bertahan dan aman dikonsumsi tergantung pada cara penyimpanannya. MPASI instan yang masih dalam kemasan dan belum dibuka dapat disimpan hingga batas kedaluwarsa.

Sedangkan untuk bubur instan yang sudah diseduh maka sama seperti MPASI buatan sendiri, baiknya segera dikonsumsi (tidak lebih dari 2 jam). Lebih dari waktu itu sebaiknya dibuang karena dikhawatirkan sudah terkontaminasi bakter.[5]

Jika Bunda ingin memberikan bubur instan untuk si Kecil, CERELAC bisa menjadi salah satu pilihan bubur bayi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Diperkaya vitamin dan mineral, serta protein, omega 3 & 6, serta tinggi kandungan zat besi, CERELAC adalah pilihan tepat untuk MPASI si Kecil.

Untuk anak berusia 6 bulan, CERELAC Bubur Sereal dengan tekstur lembut bisa menjadi MPASI pertama si Kecil. Tersedia pilihan rasa Beras Merah, Kacang Hijau atau Apel Jeruk Pisang. Selain itu, Bunda juga bisa memilih berbagai varian lain melalui halaman ini.

Untuk si Kecil mulai usia 8 bulan, tersedia CERELAC Bubur Sereal Homestyle yang tak hanya bergizi tapi juga tekstur yang pas. Tersedia pilihan rasa Bubur Tim Sayur, Ayam Wortel, dan Bubur Ayam Bawang.

CERELAC dengan kandungan nutrisi yang diformulasikan khusus, dibuat dengan bahan alam terpilih, berkualitas dan higienis, dapat membantu mencukupi kebutuhan nutrisi harian si Kecil.

Sekarang Bunda sudah tidak perlu ragu lagi untuk memberikan bubur bayi instan sebagai MPASI si Kecil. Selamat mencoba, ya, Bunda!


Referensi:

[1] IDAI. Makanan Pendamping ASI (MPASI). Dari : https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/makanan-pendamping-asi-mpasi. Diakses pada 5/8/22

[2] KEMENKES RI. Kapan Waktu dan Jenis yang Tepat untuk Memberikan MP ASI?. Dari: https://promkes.kemkes.go.id/?p=8935. Diakses pada 5/8/2022.

[3] IDAI. Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana?. Dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana. Diakses pada 5/8/2022.

[4] Menkes RI. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.

[5] WHO. Infant and Young Child Feeding. 2009

Artikel Lainnya